7 Cara Memperbanyak ASI secara Alami Dan Aman

7 cara memperbanyak ASI secara alami dan aman yang akan dibahas pada artikel kali ini, banyak digunakan hampir sebagian besar orang pada saat ini khususnya bagi para wanita yang sedang berada dalam menyusui. Setelah membaca berbagai macam cara ini, diharapkan anda bisa menggunakan dan melakukanya di rumah sebagai salah satu cara untuk memperbanyak asi.

Dengan begitu anda bisa memproduksi asi secara melimpah dan kebutuhan akan asi yang diperlukan oleh buah hati anda akan terpenuhi. Selain itu dengan menggunakan cara ini tidak akan menimbulkan efek samping apapun bagi kesehatan tubuh anda dan juga bisa digunakan dan dilakukan dalam jangka waktu yang panjang.

Hal yang mempengaruhi produksi ASI

Pada dasarnya, bagi para wanita yang sedang berada dalam fase menyusui,bisa memproduksi asi dalam jumlah yang cukup merupakan salah satu kebanggaan tersendiri bagi mereka. Dengan bisa memproduksi asi dalam jumlah yang cukup maka mereka bisa nemebuhi asupan asi untuk buah hati mereka karena setiap wanita pastinya ingin memberikan asi secara ekslusif.

Namun, memberikan asi ekslusif terkadang tidak selamanya berjakan dengan lancar. Hal inilah yang sangat dikhawatirkan oleh hampir sebagian besar wanita menyusui dimana mereka tidak bisa memproduksi pasokan asi dalam jumlah yang cukup.

Jika anda adalah salah satu wanita yang mengalami masalah tersebut,maka anda harus melakukan berbagai macam pengobatan untuk bisa memulihkan produksi asi anda salah satunya adalah dengan menggunakan 7 cara memperbanyak asi secara alami dan aman.

Pada wanita menyusui secara normal bisa memproduksi asi kira – kira sekiitar 15000 – 2000 ml. Namun jika ada wanita yang hanya bisa memproduksi asi kurang dari ukuran normal yang sudah disebutkan tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa mereka mengalami gangguan pada produksi asi. Banyak sedikitnya produksi asi ini tentunya dipengaruhi oleh berbagai macam faktor – fektor baik berupa faktor langsung maupun faktor tidak langsung dan berikut ini adalah penjelasanya.

A. Faktor tidak langsung

· Faktor pembatas waktu ibu dimana terkadang seorang ibu menyusui membuat jadwal menyusui. Terkadang mereka membuat jadwal tersebut terlalu ketat sehingga akan memberikan dampak yang kurang baik bagi bayi dimana akan membuat bayi menjadi frustasi dan mengalami kesulitan dalam menghisap asi

· Wanita karir yang mana terlalu sibuk dengan perkerjaanya akan membuat mereka tidak bisa menyusui secara ekslusif. Pada dasar hampir sebagian besar wanita karir mengalami masalah mengenai produksi asi dimana produksi asi menjadi berkurang. Hal ini dipengaruhi karena kecapekan dan stress dengan pekerjaan

· Kondisi sosial dan budaya

Adanya berbagai macam mitos – mitos tentang ibu menyusi yang banyak berkembang di masyarakat saat ini memang sangat mempengaruhi produksi asi seorang wanita yang sedang dalam tahap menyusui. Misalnya saja budaya yang banyak berkemabng dimana bayi harus diberikan makan selain asi sejak lahir dan ada juga mitos yang menyatakan bahwa seorang bayi rewel dan menangis karena lapar harus diberikan makanan selain asi. Hal ini akan membuat bayi menjadi mudah kenyang sehingga tidak ingin lagi mengkonsumsi asi

· Umur juga mempengaruhi produksi asi seorang wanita. Seorang wanita yang masih berusia muda biasanya akan lebih bisa memproduksi asi dalam jumlah banyak. Sedangkan bagi wanita yang sudah berusia tua biasanya akan memproduksi asi lebih sedikit dibandingkan dengan yang berusia muda

· Faktor paritas. Yang dimaksud dengan faktor paritas disini adalah dimana seorang wanita yang pernah melahirkan dua kali maka akan bisa memproduksi asi dalam jumlah yang banyak atau melimpah jika dibandingkan dengan seorang wanita yang baru melahirkan pertama kali.

· Kenyamanan seorang ibu yang secara tidak langsung mempengaruhi produksi asi pada seorang wanita menyusui. Faktor ini meliputi lecet atau luka pada putting , pembengkakan, dan rasa nyeri akibat terjadinya insisi. Hal ini bisa menyebabkan seorang ibu berhenti untuk menyusui karena lada saat menyusui sang ibu merasa tidak nyaman sama sekali. Dengan berhentinya proses menyusui ini maka akan membuat rangasangan isapan bayi akan menjadi berkurang sehingga produksi asi menjadi sedikit agak menurun.

· Faktor yang berasal dari bayi khususnya bagi bayi prematur dan bayi yang mempunyai berat badan kecil mengalami masalah dalam proses menyusui. Hal ini dikarenakan terjadinya refleks menghisap yang masih relati sangat lemah. Selain itu bayi yang sakit dan memerlukan perawatan di rumah sakit juga membawa pengaruh besar dalam produksi asi.

B. Faktor langsung

· Faktor waktu inisiasi

Pada dasarnya proses inisasi dapat dilakukan dengan segera pada jam – jam pertama setelah melahirkan. Hal ini bisa menyebabkan produksi asi secara melimpah. Anda juga disarankan untuk selalu memberikan asi pada malam hari

· Frekuensi / durasi menyusui. Seorang ibu menyusui dituntut harus sering menyusui buah hatinya. Dengan selalu menyusui akan membuat hormon proklatin untuk semakin aktif dalam memacu memproduksi asi. Bayi yang nornal busa mengosongkan payudara sekitar 5 – 7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam jangka waktu 2 jam

· Faktor psikologi yang mana biasanya faktor ini berupa faktor stress dan frustasi yang menyebabkan menurunya produksi asi

· Faktor fisiologi dimana meliputi faktor kesehatan pada si ibu, nutrisi, intakle cairan tubuh, pemgobatan, merokok dan sebagainya. Selama proses menyusui seorang wanita membutuhkan asupan nutrisi yang sangat besar

7 Cara memproduksi asi secara alami dan aman

Semua masalah tentang produksi asi ini bisa diatasi dengan menggunakan berbagai macam cara memproduksi asi secara alami dan aman yaitu dengan menggunakan cara sebagai berikut ini :

a. Selalu rajin dalam membersihkan putting dan selalu melakukan pemijatan pada bagaian payudara. Pemijatan ini dilakukan agar semua otot – otot di sekitar payudara menjadi relax dan lentur. Dengan begitu, juga dapat merangsang payudara untuk bisa memproduksi asi secara maksimal

b. Anda harus sering menyusui. And disarankan untuk menyusui buah hati anda dalam kurun waktu 2 – 3 jam setiap hari

c. Selalu rutin untuk memompa asi. Hal ini akan melatih otot – otot di sekitar payudara untuk selalu bisa terangsang dalam memproduksi asi. Anda bisa menyimpan air asi hasil pompa ke salam plastik khusus asi dan menyimpanya dalam freezer dan anda bisa memananaskanya ketika ingin memberikan kepada buah hati anda

d. Kompreslah payudara anda dengan menggunakan air hangat

e. Ketika anda sedang dalam masa menyusui sebaiknya perbanyaklah mengkonsumsi berbagai jejenid jenis makanan yang mengand

jenis makanan yang mengandung banyak nutrisi dan vitamin

f. Pilihlah jenis pil KB yang tepat untuk ibu menyusui

g. Rajinlah berolahraga dan banyak konsumsi air putih secar teratur. Anda bisa meminum air putih kurang lebh 1 – 2 liter dalam sehari agar asupan cairan dalam tubuh tetap terpenuhi karema hal ini sangat dibutuhkan pada masa menyusui.